Dear PHP...
Aku target yang berhasil kau
sakiti. Aku mawar yang berhasil
kau buat mati.
Aku sayap yang telah kau
patahkan, aku debu yang selalu
kau abaikan.
Aku orang yang menyukai harapan
namun kini kau hancurkan
dengan harapan.
Kau berikan harapan yang tinggi
lalu kau hempaskan aku begitu
saja? Tragis!
Semua hanya sebatas kata-kata
manis, hanya sebatas iming
iming! Ah betapa munafiknya.
Dear PHP...
Mengapa kamu mendekati jika
hanya untuk menyakiti?
Untuk apa kau beri harapan jika
akhirnya kau meninggalkan?
Untuk apa kau mengukir senyum
di bibirku jika akhirnya kau
ciptakan gerimis di mataku?
Dear PHP...
Mengapa hadir dengan senyuman
manis dan pergi menyisahkan
tangis?
Mengapa hadir dengan sejuta
ikrar lalu menghilang
meninggalkan kecewa?
Mengapa hadir dengan keceriaan
dan berlalu denngan kededihan?
Dear PHP...
Kini aku lemah, lemah karena
mengagumimu.
Aku memang sudah tertular, aku
terjangkit sebuah virus yang
mereka sebut 'GALAU'.
Dear PHP...
Aku tidak marah padamu, aku
tidak kecewa padamu dan aku
tidak membencimu.
Aku menikmati semua ini.
Menikmati perasaan yang
mencekat nafasku.
Aku menikmati semua ini.
Menikmati perih yang terasa di
setiap sudut hatiku.
Aku menikmati semua ini.
Menikmati setiap inci luka
dihatiku.
Selamat tinggal Pemberi Harapan
Palsu kesayanganku, semoga kau
bahagia.
Selamat tinggal Pemberi Harapan
Palsu yang tercinta, semoga tidak
ada lagi yang merasakan perih
sepertiku :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar