Jumat, 15 November 2013

Wanita terindah ku

Share it Please
Hai wanita paruh baya, yang telah
menjagaku. Masih ingatkah
padaku dan kelakuanku?

Hey wanita '22 Januari' ku,
akulah segumpal daging yang
kini berwujud manusia. Hey
Wanita yang ku sebut 'Mama' aku
anakmu, penghias senyummu
dan penyebab tangisanmu.

Mama ini bukan Hari ulang
tahunmu bukan pula '22 januari' mu, salahkah bila aku
bercerita tentang Mama? Sang
Wanita terindahku.

Mama, aku gadis kecil yang kau
jaga setiap malam, Aku gadis
yang kau selimuti kala dingin.
Mama, aku ingin seperti mama
yang tetap tersenyum saat semua
orang menyalahkanmu.
Mungkinkah?

Aku selalu ingin seperti mama,
tapi mama bilang aku harus lebih
baik dari mama. Bisakah? Aku
pikir yang terbaik adalah mama
dan yang tercinta hanyalah
mama. Mama, aku gadis kecil
yang dengan lirih meminta untuk
menjadi anakmu di Dunia dan
Akhirat.

Terimakasih Mama yang tak
pernah tidur saat anakmu yang
ringkih ini sakit. Walau masih
jelas terekam di benakku saat aku
menolak meminum obat dengan
alasan 'pahit'. Hahaha jika
mengingat hal itu kurasa Mama
pantas mendapat penghargaan
'Perawat tersabar'

mungkin mereka bertanya
'kenapa selalu menceritakan
tentang mama? Kenapa tak
pernah papa?' ya, karna cerita
mama adalah cerita terindah
dalam hidupku. Ya, karna
dihidupku lebih banyak Mama.
Dan karena mama adalah ibu
sekaligus Ayah bagiku. Mama
yang pagi hari selalu menyiapkan
sarapan untukku dan Mama juga
yang menjagaku. Hidupku
dipenuhi dengan mama mama
mama dan mama! Mama
menguras semua cinta dan rasa
kagumku.

Mama dosakah aku lebih
mencintaimu dari pada Papa yang
turut mengambil andil di
hidupku? Salahkah jika aku lebih
mencintai Novel cerita cintaku
dengan mama daripada cerpen
Bertamasya bersama Papa?

Mama, terimakasih telah
mengajariku untuk memulai
sesuatu dengan Berdo'a
meskipun sekarang anak mu ini
menjadi lebih pikun darimu untuk
sekedar melafadzkan 'Bismillah'

Terimakasih Mama, karna
membuatku bangga untuk keluar
dan Masuk mengucapkan
'Assamu Alaikum'. Aku berbeda
dengan mereka yang sekolah
hanya meminta uang dan
kemudian berlalu tanpa permisi,
karena aku dibiasakan mencium
punggung tangan dua orang
yang berperan penting dalam
hidupku. Mama dan Papa.

Terimakasih telah menjadi
Pahlawan seumur hidupku. Aku
bangga memanggilmu 'MAMA'♥


Tidak ada komentar:

Followers

Follow The Author